Home » Tips Praktis Kreatif » Tips Pembuatan Kue Kering

Tips Pembuatan Kue Kering

iklanRMP2 tips praktis kreatif  Tips Pembuatan Kue KeringiklanRMP5 tips praktis kreatif  Tips Pembuatan Kue Kering
 Powered by Max Banner Ads 

Ada tiga cara pembuatan kue kering, yaitu kue kering tuang (dibuat dengan langsung menuang/membentuk di loyang setelah adonan jadi), kue kering semprot (dibuat dengan bantuan alat semprot bermacam model), dan kue kering cetak (dicetak dengan alat cetak bermacam model, setelah adonan digilas tipis).

Modal utama membuat kue kering adalah ketelatenan, karena agak rumit dan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Untuk itu, buatlah kue kering jauh hari sebelum hari Raya agar Anda punya waktu untuk mempersiapkan hal yang lain di hari yang dinanti.

Nah, agar hasilnya bisa bagus, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan

  • Agar hasil kue renyah, sangrai tepung terigu hingga kering atau jemur dibawah terik matahari.
  • Mentega jangan dikocok terlalu lama, tujuannya agar adonan tidak terlalu lembek dan susah dicetak. Cukup kocok beberapa saat, asal semua bahan tercampur rata.
  • Agar kue tidak menjadi keras perhatikan teknik menguleninya. Caranya, remas perlahan adonan kue dengan jari-jari perlahan saja dan jangan ditekan terlalu keras. Lebih baik adonan kue diaduk dengan menggunakan sendok kayu. Ingat! Jangan uleni adonan terlalu lama.
  • Jika adonan kue terlanjur terlalu lembek, jangan menambahkan tepung lagi. Cobalah membungkusnya dengan plastik, kemudian masukan dalam kulkas. Diamkan beberapa 1-2 jam hingga adonan agak mengeras dan bisa dicetak.
  • Jika kue kering menggunakan buah kering sebagai penambah rasa atau hiasan, cuci dulu, lalu tiriskan. Hal ini untuk menghindari agar kue kering tampil menarik tanpa ada buah kering yang terlihat gosong.
  • Saat mencetak di atas loyang, beri jarak antar kue, agar ketika kue mengembang, hasilnya tetap bagus dan tidak saling melekat.
  • Sebelum membuat adonan, siapkan lebih dulu loyang untuk memanggang yang sudah diolesi sedikit mentega.
  • Panggang kue dalam oven yang sudah dipanaskan lebih dulu dengan panas sedang (sekitar 160 derajat C) selama sekitar 20 – 30 menit, sehingga cukup waktu untuk mematangkan bagian dalam kue
  • Minimalkan kontak adonan dengan tangan. Semakin sedikit kontak dengan tangan, kue kering akan semakin renyah. Adonan bisa diaduk menggunakan sendok kayu. Setelah matang, biarkan kue tetap dalam loyang selama sekitar 5 menit agar bentuknya tidak berubah.
  • Setelah kue dingin, baru pindahkan ke atas rak pendingin atau tampah yang sudah dialasi kertas, agar bagian bawah kue tidak lembap
  • Jika kue kering akan dihias dengan icing atau cokelat siram, tunggulah sampai kue dingin supaya icing dapat melekat dengan baik
  • Untuk kue kering cetak, sebaiknya adonan ditipiskan/digilas di atas sehelai plastik, dicetak sesuai selera, baru dipindahkan ke atas loyang
  • Untuk kue kering yang harus dipotong-potong, sebaiknya pemotongan dilakukan begitu keluar dari oven. Namun, biasanya hasilnya kurang rapi, karena pemotongan harus dilakukan cepat. Oleh karena itu, pemotongan sebaiknya dilakukan saat kue hampir matang, lalu panggang lagi sampai matang
  • Jika ingin menghasilkan kue kering yang empuk, gunakan kuning telurnya saja. Sedangkan untuk putih telurnya dapat digunakan untuk mengolesi permukaan kue, agar terlihat mengkilap
  • Jangan campur tepung sekaligus karena kelembapan tepung terigu yang berbeda dapat menjadikan kue keras atau tidak renyah
  • Jika terpaksa harus menghentikan pekerjaan membuat kue, segera masukkan adonan ke kantong plastik bersih atau wadah plastik kemudian taruh di lemari pendingin. Jika akan meneruskan membuat kue, keluarkan adonan, biarkan hingga “lemas” atau tak beku. Adonan bisa/tahan disimpan beberapa hari di dalam kulkas
  • Hindari membuat kue kering lebih dari satu resep. Bila adonan lebih dari satu resep, adonan yang belum tercetak akan menjadi keras. Yang terjadi adalah kue menjadi kurang renyah.¬† Jika sudah telanjur mengocok adonan lebih dari satu resep, pisahkan adonan mentega dengan tepung terigu. Caranya, ambil sebagian adonan, tuang sebagian tepung terigu, kemudian aduk rata. Setelah itu, cetak/bentuk sesuai selera. Begitu seterusnya sampai adonan habis

Incoming search terms:

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>